Rabu, 10 Februari 2021

Fenomena Bitcoin: Mungkin Dunia Sudah Tak Butuh Bank Sentral!

Tak banyak orang mengetahui apa yang ada dibenak 'Satoshi Nakamoto' kala itu. Sang pencetus Bitcoin, mata uang digital atau cryptocurrency yang fenomenal ini kini menjadi legenda. Entah nama tersebut merupakan figur seseorang wanita cantik, pria ganteng atau organisasi, atau justru sistem komputasi pintar seperti Jarvis, di film Iron Man. Satoshi Nakamoto adalah pseudonym, nama samaran, yang sejak tahun 2008 belum ada yang pernah mengaku bahkan mengungkap siapa di balik nama tersebut yang cukup fenomenal menciptakan uang digital berbasis kripto, Bitcoin. Tahun 2008, Satoshi Nakamoto mempublikasikan 9 lembar 'white paper' yang untuk pertama kalinya menyebut uang digital bitcoin. Peer-to-peer electronic cash atau mungkin bisa disebut sistem elektronik gotong royong. Infografis/ Ini 5 Alasan Kenapa Orang Tergila-gila Sama/Arie PratamaFoto: Infografis Beberapa bulan kemudian, Satoshi Nakamoto merilis software Bitcoin untuk pertama kalinya dengan berpatrner bersama pengembang dan pengkoding online untuk membuktikan kepada khalayak. Pengembangan Bitcoin berlanjut sampai akhirnya sosok Satoshi Nakamoto pun menghilang bak ditelan bumi. Tapi, Satoshi Nakamoto ini tidak hilang begitu saja tanpa membawa 'sesuatu'.

Kabar Baik! Setelah Bitcoin, Tesla Berencana Borong Emas

Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan hari ini, Rabu (10/2/2021). Pelaku pasar dibuat sumringah karena rencana stimulus fiskal di Negeri Paman Sam berjalan mulus. Pekan lalu, Kongres sudah merestui proposal stimulus dari pemerintahan Presiden Jospeh 'Joe' Biden senilai US$ 1,9 triliun. Kemungkinan stimulus bisa mulai bergulir dalam hitungan minggu. Stimulus akan menambah likuiditas di perekonomian. Pasokan dolar AS yang berlimpah akibat kebijakan moneter longgar yang ditempuh bank sentral AS The Fed membuat greenback mengalami depresiasi terhadap mata uang lainnya. Pelaku pasar mulai mengantisipasi adanya inflasi yang tinggi akibat banjir stimulus fiskal dan moneter. Investor pun mencari alternatif aset yang dapat melindungi kekayaannya dari erosi akibat inflasi. Emas adalah salah satunya. Berbeda dengan mata uang fiat yang bisa dicetak kapanpun dan dalam jumlah berapapun (meski tidak bisa seenaknya sendiri), pasokan emas relatif lebih stabil, sehingga cocok digunakan sebagai aset untuk lindung nilai (hedging). Perlahan-lahan harga emas mulai merangkak naik. Di arena pasar spot harga emas dunia sudah tembus US$ 1.840/troy ons atau menguat 0,17% dibanding posisi penutupan kemarin. Kini harga emas kian mendekati level psikologis US$ 1.850/troy ons. Tidak hanya investor saja yang melirik emas, korporasi seperti Tesla Inc pun ikut tertarik pada logam kuning ini. Belum lama ini Tesla mengumumkan membeli Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar untuk hedging dan rencananya bakal digunakan untuk transaksi. Dalam laporannya ke Securities Exchange Commission (SEC), Tesla Inc ternyata juga menyebut aset lain yaitu emas. Perusahaan yang memproduksi mobil listrik tersebut berupaya untuk mengkonversi kasnya dalam bentuk mata uang fiat ke dalam alternatif aset lain. "Kami dapat menginvestasikan sebagian dari uang tunai tersebut dalam aset cadangan alternatif tertentu termasuk aset digital, emas batangan, exchange traded fund berbasis emas dan aset lainnya seperti yang ditentukan di masa depan," kata perusahaan dalam laporan ke Komisi Bursa Efek (SEC). Bahkan sampai mencetak rekor terbarunya di atas US$ 40.000 per kepingnya. Kenaikan harga Bitcoin yang tinggi juga menunjukkan adanya aksi spekulasi oleh pasar. Di tengah likuiditas yang berlimpah dan sentimen terhadap risiko yang mulai membaik, pelaku pasar lebih agresif mengincar aset-aset berisiko yang memberikan cuan lebih tebal seperti saham dan cryptocurrency. Inilah yang menyebabkan mengapa harga emas cenderung tertekan selain rebound dolar AS. TIM RISET CNBC INDONESIA

Semua Borong Bitcoin! Tesla, Square, PayPal, Ada Apa ?

Satu per satu perusahaan besar mulai berinvestasi di Bitcoin. Paling tidak ada tujuh perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa saham global yang investasi di mata uang digital (cryptocurrency) termasuk Tesla. Apa yang terjadi? Ketujuh perusahaan itu adalah Silvergate Capital (Bank Kanada), Mogo (fintech kanada), Microstrategy (perusahaan IT), PayPal (pembayaran digital) Square (pembayaran digital) Galaxy Holdings (perusahaan investasi) dan Tesla (produsen mobil listrik). Lantas apa artinya kenaikan harga Bitcoin dan masuknya Tesla ke Bitcoin? Dalam risetnya Bahana Sekuritas dalam satu tahun terakhir harga cryptocurrency sudah reli 400% karena kapitalisasi pasarnya yang kecil. Saat ini kapitalisasi pasar cryptocurrency mencapai US$5,1 triliun. "Ini relatif kecil dibandingkan dengan kapitalisasi pasar emas yang mencapai US$11 triliun, obligasi pemerintah US476 triliun, dan saham global US$105 triliun," tulis analis Bahana Satria Sambijantoro, Dwiwulan, dan Raden Rami Ramdana. Kapitalisasi pasar yang kecil ini menawarkan ruang kenaikan harga di tengah-tengah aliran likuiditas dari stimulus bank sentra, meningkatnya minat investor ritel. Bahkan di Indonesia berinvestasi di Bitcoin kian mudah karena adanya startup yang mengembangkan platform transaksi.

Jalan Stimulus Fiskal di AS Alus, Harga Emas Mulai Bangkit

Harga emas bergerak menguat pada perdagangan pagi hari ini, Selasa (9/2/2021). Pendongkrak harga emas kali ini masih sama seperti yang sudah-sudah, apalagi kalau bukan melemahnya dolar AS. Tren penguatan greenback sejak awal tahun membuat harga emas lesu. Namun indeks dolar yang mengukur posisi dolar AS terhadap mata uang lain mulai melorot. Investor dan pelaku pasar sumringah karena rencana stimulus fiskal di AS sepertinya berjalan mulus. Kongres sudah memberikan restu terhadap anggaran negara 2021 yang di dalamnya Kemungkinan stimulus ini bisa mulai digelontorkan dalam beberapa pekan ke depan. Janet Yellen, Menteri Keuangan AS, optimistis stimulus ini bakal berdampak besar bagi rakyat AS. Eks ketua bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) itu memperkirakan stimulus akan merangsang penciptaan lapangan kerja hingga ke titik optimal (full employment) dalam waktu setahun. "Tidak ada alasan kita harus melalui masa pemulihan ekonomi yang terlampau lama. Dengan paket stimulus ini, saya perkirakan kita akan menuju full employment pada tahun depan," tegas Yellen, sebagaimana diwartakan CNBC International. Stimulus fiskal yang bernilai jumbo ini turut mengerek aset-aset keuangan berisiko seperti saham dan Bitcoin. Selain itu emas sebagai aset lindung nilai juga diuntungkan. Harga emas naik 0,28% pada 08.20 pagi ini. Di pasar spot harga emas sudah tembus US$ 1.835,61/troy ons setelah sempat ambles ke bawah US$ 1.800 pekan lalu. Kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif di AS membuat greenback tertekan. Pasokan dan likuiditas yang berlimpah diyakini bakal menyebabkan inflasi yang tinggi. Berbeda dengan mata uang fiat seperti dolar AS yang bisa dicetak kapan saja dan berapapun nilainya, pasokan emas cenderung stabil. Hal inilah yang membuat emas digunakan sebagai aset lindung nilai terutama dari risiko inflasi yang tinggi. Kendati likuiditas berlimpah, tingginya angka pengangguran dan kemiskinan membuat daya beli dan permintaan terhadap barang dan jasa masih lemah. Di sisi lain, adanya pandemi Covid-19 membuat kecepatan uang berpindah tangan (velocity of money) menjadi lebih lambat. Pasokan uang beredar yang banyak dan kecepatan uang berpindah tangan yang tinggi adalah dua syarat utama terjadinya inflasi. Namun karena keduanya belum terlihat maka inflasi masih berada di bawah sasaran target bank sentral. Emas pun menjadi susah untuk terkerek naik. Apalagi saat ini aksi spekulasi lebih marak terjadi di pasar. Pasokan uang yang melimpah bukannya mendongkrak kenaikan harga aset-aset riil tetapi justru membuat aset-aset keuangan mengalami inflasi tinggi karena banyak pihak yang memilih mengalokasikan asetnya dalam bentuk aset finansial seperti saham dan mata uang digital seperti Bitcoin, terutama bagi mereka yang memiliki dana besar dan akses ke pasar. TIM RISET CNBC INDONESIA

Elon Musk Buat Geger, Tesla Borong Bitcoin hingga Rp 21 T

Tesla Inc mengumumkan membeli bitcoin senilai US$ 1,5 miliar (Rp 21 triliun). Melansir CNBC International ini tertuang dalam pengajuan ke Komite Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat (AS). Perusahaan mengatakan langkah ini diambil agar lebih fleksibel mendiversifikasi dan memaksimalkan pengembalian dalam bentuk tunai. Produsen mobil listrik ini juga akan menerima pembayaran produk dengan bitcoin. Hal itu menjadikan Tesla sebagai produsen mobil besar pertama yang resmi menggunakan mata uang digital (crypto) ini sebagai alat pembayaran. Meski demikian, perusahaan menegaskan transaksi dilakukan terbatas dan tetap akan tunduk pada hukum yang berlaku. Pengumuman ini dilakukan pasca dua pekan lalu Hal tersebut sempat membuat harga uang crypto itu melonjak hingga 20%. "Pada saat ini, saya berpikir bahwa bitcoin adalah hal yang baik dan saya adalah pendukungnya," ujarnya dua hari kemudian di situs obrolan media sosial Clubhouse. Investasi Tesla ke bitcoin menjadi representasi baru yang signifikan tentang perpindahan dari uang tunai ke crypto dalam investasi. Perusahaan ini mencatat memiliki US$ 19 miliar dalam bentuk tunai dan setara kas di akhir 2020 lalu. Pernyataan Tesla ini membuat bitcoin kembali naik 12% dalam perdagangan Senin (8/2/2021) pagi di AS. Bahkan rekor baru dicetak, di atas US$ 44.000. Tak Stabil Sejumlah analis menilai langkah Tesla merupakan berita baik bagi perkembangan asset digital. Ini menegaskan meningkatnya minat dan kepercayaan para pemain ekonomi penting di Bitcoin. "Ini mengikuti tren yang telah diamati sejak Microstrategy, PayPal, dan beberapa lagi dan penerimaan mata uang crypto, " kata Alhi Startegi dari Natixis di Prancis, Nordine Naam dikutip dari Reuters. Tapi ia menggarisbawahi bahwa "pasar" ini sangat tidak stabil. Menurutnya kenaikan yang terjadi mungkin hanya spekulasi yang bermain karena pemberitaan. "(Meski demikian), bagaimanapun, Tesla mungkin akan menjadi contoh bagi perusahaan besar lainnya dan ini dapat memperkuat bitcoin di masa depan. Sementara itu Manajer Portopolio Senior di Dakota Wealth Management AS, Robert Pavlik meyakini langkah Tesla akan mengangkat 'status' perusahaan. Terutama di kelompok yang tertarik dengan produknya. "Jika Anda tertarik pada kendaraan listrik dan tertarik pada Elon Musk, maka menerima bitcoin," katanya.

Tesla Inc Borong Bitcoin US$ 1,5 Miliar

Tesla Inc mengumumkan pada Senin (8/2/2021) telah membeli bitcoin senilai US$ 1,5 miliar atau setara Rp 21 triliun (kurs Rp 14.000/US$). Dalam pengajuan kepada US Securities and Exchange Commisson, Tesla mengutarakan alasan di balik langkah tersebut. tulis Tesla Inc seperti dikutip CNBC Indonesia. Tesla juga menyatakan akan mulai menerima pembayaran dalam wujud bitcoin atas produk-produk mereka. Ini akan membuat Tesla menjadi produsen mobil pertama dalam konteks penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran. Langkah ini sontak menimbulkan pertanyaan. Sebab, beberapa waktu belakangan, CEO Tesla Inc Elon Musk kerap mengunggah pesan di Twitter yang menaikkan harta cryptocurrency seperti bitcoin dan dogecoin. Hal itu tak ayal membuat banyak orang membeli mata uang digital.
Dua pekan lalu, Musk menambahkan tagar #bitcoin ke bio Twitter-nya. Langkah itu mendorong kenaikan bitcoin hingga 20%. "Pada saat ini saya berpikir bitcoin adalah hal yang baik dan saya adalah pendukung bitcoin," ujar Elon Musk di situs obrolan media sosial Clubhouse. Usai pengumuman Tesla Inc, harga bitcoin melesat ke level US$ 44.200 atau naik 2,5% dalam perdagangan premarket. Tesla memperingatkan investor tentang volatilitas harga bitcoin dalam pengajuan ke US Securities and Exchange Commisson. Langkah Tesla Inc juga berdampak kepada persentase uang tunai dalam investasi perseroan. Perusahaan memiliki lebih dari US$ 19 miliar dalam bentuk tunai per 2020.

Selasa, 26 Januari 2021

Pasokan Chip Ludes Diborong Penambang Bitcoin, Berdampak ke Elektronik?

Peralatan komputer mengalami lonjakan harga karena meningkatnya permintaan pada bitcoin. Pasokan chip global berkurang dan mencekik produsen, karena digunakan untuk menambang bitcoin yang didominasi oleh China. Mengutip Reuters, Minggu (24/1/2021), perebutan ini menentukan harga penambang yang lebih kecil, mempercepat konsolidasi industri yang dapat melihat pemain berkantong tebal, hingga yang mendapat untung dari kenaikan bitcoin. Bitcoin diperdagangkan seharga US$ 32.000 pada hari Jumat, mata uang kripto ini turun 20% dari rekor tertinggi yang dicapai dua minggu sebelumnya. Namun, masih naik 700% jika dibanding lebel terendah Maret di US$ 3.850. "Tidak cukup chip untuk mendukung produksi rig penambangan," kata Alex Ao, Vice President Innosilicon, perancang chip dan penyedia utama peralatan pertambangan. Penambang bitcoin menggunakan peralatan atau rig komputer yang dirancang khusus dan semakin kuat. Hal itu itu dilakukan untuk memverifikasi bitcoin dalam proses menghasilkan bitcoin baru. Ao menuturkan, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co dan Samsung Electronics Co produsen utama chip yang dirancang khusus yang digunakan dalam rig penambangan juga akan memprioritaskan pasokan ke sektor-sektor seperti elektronik konsumen yang permintaan chipnya dianggap lebih stabil. Kekurangan chip global mengganggu produksi di seluruh rangkaian produk global, termasuk mobil, laptop, dan telepon seluler. Lebih lanjut, keuntungan penambangan bergantung pada harga bitcoin, biaya listrik yang digunakan untuk menyalakan rig, efisiensi rig, dan berapa banyak daya komputasi yang diperlukan untuk menambang bitcoin. Salah satu pendiri manager aset cryptocurrency Gordon Chen mengatakan, permintaan rig telah melonjak karena harga bitcoin melonjak.

Daftar Miliader Baru, Kaya Raya karena Bitcoin!

Barangkali tak banyak yang tahu bahwa bitcoin bisa membuat seseorang menjadi miliarder. Faktanya, tak sedikit orang yang menjadi orang kaya baru berkat mata uang digital alias cryptocurrency tersebut. Setidaknya tercatat ada enam miliarder baru datang dari investor mata uang kripto. Bisa jadi jumlah sebenarnya ada lebih dari enam orang super kaya baru berkat bitcoin. Berikut daftarnya dikutip dari Forbes.

Fakta-fakta Bitcoin Mulai Dilirik PayPal

Bitcoin merupakan salah satu mata uang kripto yang paling tenar di dunia. Tahun lalu hingga awal tahun ini Bitcoin sempat berada di level tertinggi dan melesat 260%. Mata uang kripto ini memang memiliki pergerakan yang luar biasa. Gerakannya sangat cepat jika dibandingkan dengan mata uang kripto lainnya. Bitcoin kini juga mulai dilirik oleh perusahaan-perusahaan besar seperti PayPal. Kemudian marketplace penjual Bitcoin juga mulai mempersiapkan diri untuk melakukan penawaran umum perdana, seperti Coinbase. Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen melontarkan pernyataan terkait cryptocurrency. Hal ini membuat pasar cryptocurrency melakukan aksi jual. Hal ini juga terjadi tak lama setelah Bank of America menyebut euforia Bitcoin sebagai "the mother of all bubbles". Kemudian banyak cerita investor yang kehilangan password dompet uang kripto mereka. CEO Silvergate Alan Lane mengungkapkan 2020 merupakan tahun untuk tumbuh dan ekspansi yang signifikan. "Karena investasi dalam mata uang digital meningkat di antara komunitas investor institusional," jelasnya. Raksasa pembayaran digital seperti Square dan PayPal saat ini mengkaji menjual Bitcoin. Analis Fintech BTIG Mark Palmer mengungkapkan banyak yang membeli saham PayPal hal ini karena rencana perusahaan tersebut masuk ke uang kripto. Bappebti telah menetapkan sebanyak 229 aset kripto yang bisa diperdagangkan di pasar fisik. Dalam regulasi tersebut, Bappebti menetapkan 229 jenis aset kripto yang bisa diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. Dengan demikian, wajib dilakukan delisting jenis aset kripto di luar dari jumlah tersebut dengan diikuti kepastian langkah penyelesaian bagi pelanggan. Kepala Bappebti Sidharta Utama mengungkapkan beleid ini memuat ketentuan yang mengatur secara teknis tata cara termasuk persyaratan penetapan aset kripto, mekanisme penambahan dan pengurangan jenis aset kripto dalam daftar aset yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto, sampai dengan mekanisme penyelesaian kepada pelanggan akibat delisting aset kripto. "Dengan terbitnya peraturan Bappebti tersebut, diharapkan perdagangan fisik aset kripto di Indonesia mampu memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi masyarakat yang bertransaksi fisik aset kripto di Indonesia," katanya Daftar aset kripto yang diakui pemerintah adalah: Bitcoin, Ethereum, Tether, Xrp/ripple, Bitcoin cash, Binance coin, Polkadot, Chainlink, Lightcoin, Bitcoin sv, Litecoin, Crypto.com coin, Usd coin, Eos, Tron, Cardano, Tezos, Stellar, Neo, Nem, Cosmos, Wrapped bitcoin, Iota, Vechain, Dash, Ethereum classic, Yearn finance. Theta, Binance usd, Omg network, Maker, Ontology, Synthetix network token, Uma, Uniswap, Dai, Doge coin, Algorand, True usd, Bittorrent, Compound, 0x, Basic attention token, Kusama, Ok blockchain, Waves, Digibyte, Icon, Qtum, Paxos, standard, Ren protocol, Loopring Ampleforth, Zilliqa, Kyber network, Augur, Lisk, Decred, Bitshares, Bitcoin gold. Aragon, Elrond, Enjin coin, Band protocol, Terra, Balancer, Nano, Swipe, Solana, Bitcoin diamond, Dfi.money, Decentraland, Avalanche, Numeraire, Golem, Quant, Bytom, Serum, Iexec rlc, Just, Verge, Pax gold, Matic network, Kava, Komodo, Steem, Aelf, Fantom, Horizen, Ardor, Hive, Enigma, V. Systems, Z coin, Wax, Stratis, Ankr, Ark, Syscoin, Power ledger. Stasis euro, Harmony, Pundi x, Solve.care, Gxchain, Coti, Origin protokol, Xinfin network, Btu protocol, Dad, Orion protocol, Cortex Sandbox, Hash gard, Bora, Waltonchain, Wazirx, Polymath, Request, Pivx, Coti, Fusion, Dent, Airswap, Civic, Metal, Standard token protokol, Mainframe, 12ships, Lambda, Function x, Cred, Ignis, Adex, Moviebloc, Groestlcoin, Factom, Nexus, Lbry credits, Gemini dollar, Einsteinium, Vidycoin, Nkn, Go chain, Cream finance, Medibloc, Fio protocol, Nxt, Aergo, High performance blockchain, Cartesi, Tenx, Siacoin, Raven coin, Status, Storj, Electroneum (etn), Aurora, Orbs, Loom network. Storm, Vertcoin, Ttc, Metadium, Pumapay, Nav coin, Dmarket, Spendcoin, Tael, Burst, Gifto, Sentinel protocol, Quantum resistant ledger, Digix gold token, Blocknet, District0x, Propy, Eminer, Ost, Steamdollar, Particl, Data, Sirinlabs, Tokenomy, Digitalnote, Abyss token, Cake, Veriblock, Hydro, Viberate, Rupiah token, Vexanium, Global social chain, Ambrosus, Refereum, Crown, Daex, Cryptaur, Spacechain, Expanse. Sumokoin, Honest, Auroracoin, Vodi x, Smartshare, Exclusive, Cosmo coin, Aidcoin, Adtoken, Play game, Lunacoin, Staker, Klaytn, Flamingo, Wing, Bella protocol, Mil.k, Bakery token, Lyfe, Ionomy limited, Smart chain solution, Kryptovit, Eautocoin, Quantum, Bankex, Chaincoin, Hara coin, Venus protocol, Alpha finance

Kamis, 07 Januari 2021

JPMorgan: Bitcoin Bisa Tembus hingga Rp2 Miliar Per Koin

Menarik kesejajaran antara Bitcoin (BTC) dan peran emas sebagai lindung nilai bagi investor telah populer selama bertahun-tahun. Hingga saat ini, perbedaan mencolok dalam total kapitalisasi pasar dari kedua aset telah membatasi analogi ini secara signifikan. Emas, bahkan setelah kenaikan harga Bitcoin yang besar pada Desember 2020, terus menguasai sekitar 4,6 kali kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini sebesar US$585 miliar atau sekitar Rp8.148 triliun. Namun, ahli strategi di bank besar multinasional Amerika JPMorgan Chase meramalkan skenario yang mungkin terjadi di mana Bitcoin dapat secara serius menangani pendahulunya. Pada 5 Januari, laporan Bloomberg mengutip catatan dari ahli strategi bank, yang dipimpin oleh Nikolaos Panigirtzoglou, di mana mereka membuat sketsa jalan menuju total investasi sektor swasta dalam Bitcoin yang menyamai nilai yang saat ini diinvestasikan dalam emas melalui salah satu bursa. Baca Juga: CEO Bitcoin Tuntut Kerugian hingga Rp7 Miliar ke Bridge Token Namun, jalur seperti itu sangat bergantung pada volatilitas Bitcoin yang menyatu dengan logam mulia, mereka menekankan, dan itu mungkin memakan waktu.
"Penarikan emas sebagai mata uang 'alternatif' menyiratkan keuntungan besar untuk Bitcoin dalam jangka panjang. Konvergensi dalam volatilitas antara Bitcoin dan emas tidak mungkin terjadi dengan cepat dan dalam pikiran kami proses multi-tahun. Ini menyiratkan bahwa target harga Bitcoin teoretis di atas US$146.000 (Rp2 miliar) harus dianggap sebagai target jangka panjang. Dengan demikian, menjadi target harga yang tidak berkelanjutan untuk tahun ini," kata JP Morgan (NYSE:JPM) dikutip dari Cointelegraph, Rabu (6/1/2021). Seperti yang dilaporkan Cointelegraph kemarin, Bitcoin telah melewati beberapa hari aksi harga yang berombak dan sangat fluktuatif, dengan penurunan singkat ke US$27.700 pada 4 Januari, diikuti dengan kenaikan ke hampir US$30.000. Penurunan kemarin adalah yang paling tajam sejak koin tersebut memulihkan titik harga US$20.000 pada Desember 2020. Di tengah latar belakang volatilitas yang terus-menerus ini, ahli strategi JPMorgan tetap mengidentifikasi tanda-tanda positif yang kuat untuk cryptocurrency-menunjuk ke akumulasi posisi spekulatif panjang-tetapi memperingatkan bahwa membaca lanskap investasi dalam jangka menengah tetap sulit. "Penilaian dan latar belakang posisi telah menjadi jauh lebih menantang bagi Bitcoin di awal tahun baru. Meskipun kami tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa mania spekulatif saat ini akan makin mendorong harga Bitcoin naik menuju wilayah konsensus antara US$50.000–US$100.000, kami yakin bahwa tingkat harga seperti itu akan terbukti tidak berkelanjutan," kata JPMorgan. Pada 1 Januari, Bitcoin mencapai level tertinggi sepanjang masa terhadap emas, melampaui puncak sebelumnya selama pasar bullish musim dingin 2017. Pada bulan Desember tahun lalu, tim ahli strategi yang sama yang dipimpin oleh Panigirtzoglou sudah menyarankan bahwa Bitcoin dapat memakan pangsa pasar emas di masa depan, membayangkan pergeseran besar dalam alokasi kelembagaan menuju cryptocurrency. Sementara itu, iklim perdagangan yang penting telah menyebabkan volume di bursa mata uang kripto utama mencapai rekor tertinggi. Pada 4 Januari, Binance, pertukaran kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan, melaporkan tertinggi sepanjang masa sebesar US$80 miliar atau sekitar Rp1.114 dalam aktivitas perdagangan 24 jam. "Untuk menempatkan ini dalam perspektif, dari 15 November 2017 hingga 15 Desember 2017, bulan menjelang ATH [tertinggi sepanjang masa] pada tahun 2017, Binance menghasilkan US$20 miliar dalam volume perdagangan dalam 1 bulan," kata perusahaan di Twitter. Yang belum pernah terjadi sebelumnya, bagaimanapun, adalah kerugian pedagang berjangka sebesar US$190 juta di Binance saja hanya dalam satu jam, nilai terbesar dari likuidasi massal hingga saat ini di platform.

Share hasil analisa trader dari salah satu pelaku pasar Bitcoin

Bitcoin Makin Melonjak, Berpotensi Kembali Cetak Rekor Lewati $36k & $38k?

Harga Bitcoin makin melonjak tembus level $34.000 terhadap Dolar AS. BTC bisa reli lebih jauh di atas $35.500 selama mampu bertahan di atas level $30.000. Pada pukul 15.54 WIB, bitcoin melonjak 9,70% di $34,494.7 menurut data Investing.com. Setelah sempat menurun sebelumnya dikutip daro Livebitcoinnews Rabu (06/01) petang, harga bitcoin membentuk basis support di atas $28.000 dan $30.000 terhadap Dolar AS. BTC memulai kenaikan baru di atas level $32.000 dan terus naik di atas level $33.500. Sehingga, ada dorongan kuat di atas level $34.000. Harga bahkan sempat menembus level resisten $35.000 dan menetap jauh di atas simple moving average 55 (4 jam). Level tertinggi sepanjang masa terbentuk di dekat $35.913 dan harga saat ini mengkonsolidasikan kenaikan. Titik support awal untuk tren pelemahan berada di dekat level $34.500. Ini mendekati level retracement Fib 23,6% dari pergerakan naik baru-baru ini untuk swing low $29.909 ke level tertinggi $35.909.
Kerugian lain dapat mendorong harga menuju level support $33.000. Angka ini mendekati level retracement Fib 50% dari pergerakan naik baru-baru ini untuk swing low $29.909 ke level tertinggi $35.909. Ada juga garis tren bullish penting yang terbentuk dengan support di dekat $31.300 pada grafik 4 jam dari pasangan BTC/USD. Jika ada penembusan sisi bawah menuju support garis tren dan $31,000, tren kenaikan cenderung untuk tetap aktif. Sisi positif, harga menghadapi resisten di dekat level $35.500 dan $35.800. Penembusan di atas level $35.500 dan pergerakan lanjutan di atas level tertinggi baru-baru ini dapat memompa harga naik ke level tertinggi sepanjang masa di atas $36.000. Harga bitcoin jelas diperdagangkan dengan baik di atas $34.000 dan simple moving average 55 (4 jam). Keseluruhan, harga kemungkinan akan terus naik jika mencapai level resisten $35.500 dan $38.800.

Harga Bitcoin Anjlok Sampai Menuju Ke $27,7K, Untuk Mengisi Gap Besar Dengan Penurunan Terbesar Sejak Di Atas $20K

Bitcoin kehilangan area support yang berada di $30K pada Senin 4 Januari kemarin. karena puncak paling tinggi sepanjang masa memberikan jalan untuk terjadinya retracement cepat dengan jumlah yang mencapai ribuan Dollar. Turun $4.000 Dalam 60 Menit Berdasarkan beberapa sumber data seperti dari Coin360, TradingView dan Cointelegraph Markets, menampilkan BTC/USD merosot lebih dari 12% hanya dalam kurun waktu 1 jam saja di hari Senin kemarin. Kemunduran itu mengumpulkan kecepatan setelah perilaku perdagangan berombak semalam pada hari Minggu, dimana altcoin naik untuk mengambil bagian yang lebih besar dari dominasi kapitalisasi pasar Bitcoin. Saat itu Bitcoin berada di tengah volatilitas yang besar dimana posisi yang paling rendah fokus ke $27.7000 di tengah kenaikan yang menuju ke dekat level harga $30K. Aktivitas bursa terus meningkat berdasarkan dari sebuah data. Dimana arus masuk naik dengan dramatis pada hari setelah para pedagang menghapus dana pekan lalu. Sementara itu pembawa acara podcast Venture Coinist yaitu Luke Martin mengatakan bahwa baru saja bangun dari penurunan Bitcoin yang paling besar sejak harganya berada di atas level 20K. Turun 20% dari puncak, pikiran Martin tidak terbiasa dengan $28K. Gap CME Diisi Dengan Aksi Cepat Mereka membawa harga Bitcoin senada degan beberapa prediksi dalam jangka pendek dari para ahli analisa seperti van de Poppe. Dia melakukan identifikasi mengenai batas bawah Bitcoin dalam sebuah video di YouTube yang terbaru. Dia mengatakan sebelum penurunan besar itu bahwa: “Jika kita ingin melihat beberapa zona support pada Bitcoin dan menaruh harapan dari mana kita bergerak, kawasan harga di 29.600 dan kedua di 27.600 menjadi titik keberangkatan.” Sementara itu ahli analisa sekaligus ahli statistika yaitu Willy Wo mengungkapkan tidak terpengaruh mengenai adanya kemunduran yang signifikan tersebut. Dia beralasan bahwa hanya sebuah kejadian aneh yang bisa membawa harga BTC menuju ke sekitar $24K, sebuah lokasi Gap di pasar berjangka BTC yang tersisa dari Desember. Sementara 27.7K mengisi sebuah Gap yang dibuat di pasar berjangka CME Bitcoin selama akhir pekan kemarin, sebuah langkah yang klasik yang sudah absen selama beberapa pekan sebelumnya.

Harga Bitcoin yang Turun Ke $27K Membuat Pedagang Lama Binance $190 Juta Dalam Likuidasi

Bitcoin jatuh menuju ke level harga $27.70 dan rebound beberapa detik setelah itu. Ini menjadi sebuah kejutan yang sangat berat bagi beberapa orang dan menjadi kehancuran finansial bagi yang lain. Menurut sumber analisis on-chain Glassnode, pedagang berjangka dengan posisi buy kehilangan uang yang mencapai total $190 juta di Binance hanya dalam satu jam saja dan menjadi yang paling banyak sepanjang sejarah. Satu Bursa, 1 Jam Hilang $190 Juta Angka-angka itu menggarisbawahi wajah Bitcoin saat ini karena lingkaran yang tertinggi baru sepanjang masa dan bersama dengan Ethereum menjadi tiket yang paling panas di 2021. Kerinduan sudah melihat kesuksesan yang hampir tak terkendali lagi sepanjang sebagian besar di Desember 2020 dan memasuki tahun baru, dengan sisi positif melihat sedikit yang menghalangi perlawanan. Walaupun ada peringatan dari berbagai analisis bahwa kenaikan tidak bisa bertahan selamanya tanpa ada gangguan, banyak para pedagang memilih mengambil risiko besar, bertaruh besar-besaran pada puncak tertinggi baru terus berlanjut. Dalam acara itu, level harga $34.800 menjadi puncak yang sudah pasti, dimana BTC/USD kemudian turun $7.000 termasuk $4.000 dalam waktu kurang dari 1 jam pada Senin kemarin. Sementara itu Glassnode turut memberikan komentar di samping data yang dirilisnya dengan mengatakan ada $190 juta dalam posisi buy di Binance dalam 10 menit dilikuidasi. Nilai yang sangat besar sekali sampai saat ini. Risiko vs Keuntungan
Dilansir dari Cointelegraph, pada pekan lalu merupakan posisi pendek yang masuk untuk likuidasi massal karena Bitcoin mampu melewati $30K untuk pertama kalinya. Sesi itu kehilangan pedagang pendek gabungan $100 juta di semua bursa. Kepala petugas strategi perusahaan teknologi Bitcoin Blockstream yaitu Samson Mow mengatakan: “Biasakan diri dengan penurunan $5.000 saat kita mencapai $100K. Datang dengan wilayahnya.” Sementara itu para pedagang derivatif yang melekat dengan Bitcoin dan Ethereum sementara itu tidak memberikan beberapa tanda-tanda penurunan tingkat popularitas mereka. Sementara itu CME Group yang merupakan pelopor dalam Bitcoin Futures akan merilis layanan Ethereum Futures pada kuartal pertama di 2021 ini dan mendorong harga ETH menjadi lebih tinggi.