Menanggapi pengumuman bea impor tambahan dari Presiden AS Donald Trump hari Selasa (18/Sep) ini, Kementerian Perdagangan China menyebutkan bahwa tidak ada pilihan lain kecuali menerapkan kebijakan bea impor balasan. Hal ini meningkatkan risiko terwujudnya ancaman Trump untuk menambah lagi bea impor pada barang-barang China senilai $267 miliar. Namun, pernyataan Kementerian Perdagangan tersebut baru sebatas garis besar tanpa disertai rincian kebijakan balasan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, juga mengatakan bahwa langkah AS telah menciptakan "ketidakpastian baru" untuk dibicarakan.
"China selalu menekankan bahwa satu-satunya cara yang benar untuk menyelesaikan masalah perdagangan AS-China adalah melalui pembicaraan dan konsultasi, yang digelar secara sejajar, tulus, dan berdasarkan pada nilai-nilai mutual. Namun sekarang, segala yang AS lakukan tidak mencerminkan ketulusan atau niat baik," tambah Geng Shuang.Geng menolak mengomentari hipotesis tentang kebijakan China terhadap produk-produk AS selanjutnya. Yang jelas, Geng mengatakan bahwa rincian kebijakan akan dirilis pada waktu yang tepat.
Indeks Dolar AS Menguat Tipis
Memasuki sesi Amerika malam ini,Index Dollar AS (DXY) yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang mayor lain, menunjukkan penguatan tipis di time frame hourly. Indeks tersebut meningkat tipis dari posisi 94.2 ke 94.7. Namun dalam time frame 4 jam, indeks Dolar AS masih berada di level rendah yang terbentuk setelah mengalami kenaikan sesaat di sesi Asia tadi."Kecuali kita melihat bahwa perang dagang mulai mempengaruhi konsumen AS secara langsung, maka hal ini (pelemahan Dolar AS) mungkin akan berlanjut dan kita juga harus memantau bagaimana respon China,"
Sumber : Talib Sheikh, analis dari Jupiter Asset Management.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar